Mekanisme Perizinan


Friday, 07 August 2020 , Admin

Dalam pelaksanaan program Pendidikan penerima Beasiswa Unggulan terdapat beberapa hal yang mengakibatkan tidak dapat mengikuti perkuliahan yaitu:

 

KETENTUAN CUTI PENDIDIKAN

1. Penerima Beasiswa dapat melakukan Cuti Pendidikan apabila:

  1. karena kesehatan yang mengakibatkan mahasiswa tidak dapat mengikuti perkuliahan yang melebihi jangka waktu 1 (satu) bulan yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter/rumah sakit.

  2. karena bencana alam baik yang dialami mahasiswa atau tempat studi yang melebihi waktu 1 (satu) bulan dibuktikan dengan surat keterangan terjadinya bencana dari kelurahan atau kecamatan setempat.

  3. karena mengikuti pemusatan pelatihan/lomba internasional yang diselenggarakan/ditugaskan oleh pemerintah (world skill, olimpiade, dll).

  4. karena mengikuti pendidikan luar negeri yang jangka waktunya lebih dari 1 (satu) bulan. Dibuktikan dengan surat undangan, surat tugas, surat penerimaan dari perguruan tinggi mitra, atau hal-hal lain yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan akademik.

  5. karena melaksanakan tugas negara.

2. Cuti Pendidikan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dilakukan melalui mengajukan izin secara tertulis kepada kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan dengan syarat dan prosedur sebagai berikut:

  1. melampirkan surat alasan kesehatan dari dokter, surat alasan bencana dari pemerintah daerah atau surat alasan akademik dari perguruan tinggi atau lembaga pengirim; dan

  2. mendapat surat persetujuan dari perguruan tinggi yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang di tempat studinya.

3. Selama menjalani cuti pendidikan, penerima beasiswa tidak mendapatkan beasiswa.

4. Beasiswa diberikan kembali setelah mahasiswa aktif kuliah.

5. Penerima Beasiswa bertanggungjawab menanggung biaya pendidikan yang timbul selama menjalankan cuti pendidikan sesuai dengan ketetapan Perguruan Tinggi.


Copyright © 2016- . Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Powered by someah